Lucid dream cerpen

Psychopath



Hay reader. Kali ini aku ingin kasih sebuah kisah lucid dream seseorang yang memiliki sedikit gangguan mental, diamana orang itu memiliki fantasi dan kepuasan tersendiri ketika melukai orang lain, yang bisa di sebut sebagai sikopat. 


Dan untuk saat ini belum ada yang bisa memastikan penyebab utama orang menjadi sikopat. Karena tidak hanya orang yang pernah mengalami kekerasan saja atau broken home yang bisa Menjadi sikopat. Namun beberapa kasus ada yang berasal dari keluarga yang harmonis dan tidak pernah mengalami sedikitpun kekerasan. 


Pengertian lucid dream

Dan untuk lucid dream. Apa itu lucid dream?, Jadi lucid dream adalah disaat seorang bermimpi, dan orang itu sadar jika dia bermimpi. Jika orang pada umumnya saat seseorang bermimpi, mereka akan sadar jika itu mimpi setelah dia terbangun dari tidurnya. Berbeda dengan lucid dream yang sadar akan mimpinya ketika masih di alam mimpi.


Cerpen lucid dream seorang sikopat 



Psychopath Lucid dream 

(Karya: Miftakhi Rizqina Khusna)


Aku lelah dengan diriku yang selalu memiliki fantasi aneh. Aku masuk kedalam kamar sempit ku dan Mengunci rapat-rapat pintu kamar.

"Apa yang terjadi pada ku?" Batinku sambil melempar tubuhku ke ranjang 

" Aku ingin menuju tempat yang bisa membuatku meluapkan Fantasi anehku" batinku sambil melihat ke arah langit-langit kamar 


Penglihatanku semakin kabur, aku melihat kamar ku yang tanpa warna. Semuanya hitam dan putih aku bangun dari ranjang dan melihat tanganku yang berwarna pucat. Aku kembali melihat ke arah ruangan kamarku dan seketika kamarku kembali berwarna. Namun penglihatanku masih sedikit kabur.


Kubuka jendela kamarku sambil melihat ke arah langit.

" merah, Kenapa langit berwarna merah?" Ucapku ketika melihat langit. Melihat itu aku berlari keluar kamar, namun belum sampai ke depan pintu kakiku tersandung kursi belajarku sehingga aku terjatuh.

" aku tidak merasakan sakit? Padahal kakiku berdarah" pikirku saat melihat kakiku.


Aku mencoba menutup Hidungku Dan aku masih bisa bernafas. Aku sadar aku sedang berada di dalam dunia mimpi.

" apa ini mimpi?" Ucapku sambil berdiri. Aku berjalan menuju pintu kamarku dan kemudian memukul pintu itu dengan kepalan tanganku.


Prak.... pintu kamarku hancur sehingga membuatku yakin jika ini adalah mimpi untuk meyakinkan itu itu aku mengambil sebuah pulpen, aku mulai manusuk kan pulpen itu ke tanganku hingga darah memenuhi telapak tanganku, Dan aku aku tetap saja tidak merasakan sakit sedikitpun

" ini benar mimpi, aku bisa melakukan fantasi aneh Ku di sini" ucap ku senang sambil mengambil sebuah tali gelang ku. Aku berjalan keluar rumah dan berlari mencari seseorang yang bisa aku gunakan untuk melampiaskan fantasi aneh ku. Aku melihat rumah tetangga ku kemudian aku mencoba masuk berharap mendapat korban pertama.

Di dalam rumah tetangga aku Aku melihat seseorang bertopeng yang sepertinya sedang mencuri di rumah itu. Melihat itu aku langsung berlari kearah pencuri itu kemudian langsung melepas topeng yang dia pakai, Seketika aku melihat dengan jelas wajah Si Pencuri itu. Melihat itu aku langsung memegang pulpen yang kubawa dan mulai menyerang perampok itu dengan pulpen yang aku bawa. Aku mulai menikmati ketakutan dan jeritan sakit perampok itu.

Aku mengambil tali yang kupakai sebagai gelang, kemudian kupasangkan ke leher orang itu dan aku menariknya hingga orang itu tercekik, aku senang, aku puas, Meskipun aku tahu itu hanyalah mimpi yang aku sadari. Setelah melihat korban Pertamaku itu tak percaya aku tertawa lepas hingga tak kusadari ternyata pemilik rumah melihat segalanya.

Melihat itu aku tersenyum kearah tetanggaku kemudian mengambil pulpen yang menancap di kepala pencuri itu sambil berpikir jika tetanggaku itu korban keduaku. Melihat Aku Tersenyum jahat pemilik Rumah itu berlari menuju rumah yang lain kemudian bersembunyi di sana. Aku mengejarnya dan aku melihat tetanggaku itu bersembunyi di sebuah lemari pakaian yang sempit, aku yang menyadari hal itu itu tertawa dengan santainya kemudian mengambil kursi yang ada di sampingku dan ku taruh di depan lemari itu. Aku langsung duduk di kursi itu sambil menikmati korban selanjutnya Iya sedang ketakutan. Dengan wajah psychopath ku aku memandangi lemari itu dan menunggu korban keduaku keluar.

Tok tok tok. Suara pintu kamar itu membuatku mental ke arah tembok kamar itu

" mbak Ina..."teriak adikku sehingga membuat ku terbangun dari lucid dream ku " Oh, menghasilkan mimpi indah aku saja" ucapku yang sudah terbangun dari lucid dream ku

" mbak Ina..." teriak adikku kembali sehingga membuatku harus bangkit dari ranjang 

" Iya bentar..." jawab ku mencoba bangkit dan membuka pintu kamarku 

" antarkan aku mengaji Mbak" ucap adikku meminta tolong 

" bentar, ini mimpi atau bukan ya?" Batinku sambil mencubit pipiku 

"Ayu... Sakit" ucapku saat merasakan sakit 

" Ayo Mbak, antarkan aku mengaji" ajak adikku ketika aku melamun tidak jelas 

" Iya bentar, aku ganti baju dulu" jawabku kemudian kembali ke kamar dan ganti baju 


Setelah selesai mengganti baju. Sambil melamun Aku mengeluarkan motor dari Garasi ku.

" Mbak, paket..." ucap seorang Pengantar paket 

" iya" jawab ku melihat kearah Pengantar paket itu dan seketika aku kembali melamun dan kembali mencubit pipiku karena aku melihat wajahku itu mirip dengan korbannya pertamaku di lucid dream ku.

" Mbak, Mbak Rizqina Khusna?" Tanya kurir itu yang melihatku melamun 

" oh, iya saya" jawab ku sadar dari lamunanku 

" silahkan tanda tangan" ucapkan itu memberikan pulpen kepadaku.

Laki-laki aku kembali melamun karena pulpen yang diberikan guru itu hampir sama dengan pulpen yang ada dalam mimpiku aku memegang erat pulpen itu layaknya sebuah senjata yang siap menusuk siapapun. Kupandang wajahmu itu sambil mengingat mimpiku saat aku menancapkan pulpen itu ke kepala orang di mimpiku.

" tanda tangan di sini Mbak" ucapkan itu kembali menyadarkanku dari lamunanku 

" Oh, iya" ucapku membuang nafas dan dan mulai tanda tangan setelah itu kok memberikan kurban itu itu kepadaku sambil terus mengingat mimpi ku. Kurir itu itu sudah pergi aku masih saja melamun dan mengingat mimpi ku 

" Mbak Ina... Ayo" rengek adikku kembali 

"Iya" jawabku kemudian mulai menyalakan motor matic ku.

Saat ingin menjalankan motorku Aku mau lihat tetanggaku yang juga ingin pergi dari rumahnya.

"Mbak..." Safa tentang lagu itu membuatku kembali mengingat mimpiku, aku laki-laki mencoba mencubit pipiku kembali 

"au.. sakit" ucapku lirih saat merasa sakit, Aku mengingat kembali mimpiku saat aku mengejar tetanggaku dan menikmati ketakutannya.

"Mbak Ina.. ayo berangkat, nanti terlambat" rengek adikku kembali 

"Hmm" aku membuang nafas dan menjalankan motorku menuju masjid. Di perjalanan aku selalu terbayang dengan mimpiku itu titik sebuah pertanyaan terlintas dipikiranku 'bagaimana aku bisa sadar di dalam mimpiku?'










Komentar

Postingan populer dari blog ini

cerpen tema kedewasaan